Senin, 16 Desember 2013
Thirteen Snow ~OneShoot~ (fanfiction)
Title : Thirteen Snow
Author : zkey
Cast : – Choi Hyo Sun, Lee Jinki, Lee Gikwang
PG : 15+
Genre : romance, sad, little hurt
ff cover by : Fai 신이 Kevin
Enaknya kalo baca ff ini sambil dengerin lagi SHINee – Seesaw, SHINee – Romantic, SHINee – Love Should Go On, B2ST – On Rainy Days, B2ST – Easy, and lagunya Super Junior – Marry You. wkwkwkkk tanpa mengurangi apapun #yeaahh let’s check this out !! don’t forget to RCL please~~
Tuk.. tuk… tuk
Pergi sebentar tidak apa-apakan ?? lagipula aku bosan terus – terusan berada di kamar, tak ada hiburan sama sekali. Kepalaku benar – benar pusing saat ini, dimana – mana bau obat, bau alkohol, warna dinding yang dominan putih aarrhh mataku sakit melihatnya >,<. Tapi disinilah aku terjebak selama satu minggu ini, rumah sakit Seoul. Dan ini sudah ketiga kalinya aku keluar dari kamar rawatku, duduk disebuah kursi tunggu dekat mesin minuman, melihat orang berlalu lalang. Hhh… mataku menatap lurus kearah kakiku yang sedang mengetuk-ngetuk lantai.
“huufftt… kapan kau sembuh sih ??” bisikku pada kaki kiriku yang di perban. Yaaa gara – gara aku emosi saat menyetir, jadilah mobilku menghantam pembatas jalan yang mengakibatkan retaknya tulang kakiku dan membuat aku terperangkap dalam ruangan mengerikan ini. Untung saja akhir – akhir ini mulai ada sedikit hiburan mwahahaa…
“ yaa !!! dasar yeoja jail !! kembalikan PSP ku sekarang juga !!”
Eoh ?? suara seorang namja membuyarkan lamunanku. Eh tunggu sebentar… suaranya ???
“cepat kembalikan PSP ku nona,” ucapnya lagi berusaha mengurang volume suaranya
“PSP ?? PSP apa ?? aku tidak membawa PSP mu”
“ckk.. jangan pura – pura tidak tau laahh,, ayo cepat kembalikan !!”
Hahahaa wajahnya lucu sekali. Eh iya hampir lupa, dia itulah hiburanku di rumah sakit ini. Namja bermata sipit, berkulit putih dengan rambut coklatnya baru saja masuk rumah sakit ini lima hari yang lalu karena percobaan bunuh diri. Hkk,,, bunuh diri ?? seorang namja mencoba untuk bunuh diri ?? memalukan sekali, aku selalu ingin tertawa jika melihatnya dan mengingat apa penyebab ia masuk rumah sakit ini, tapi suster yang merawatku bilang dia memang sering keluar masuk rumah sakit dengan insiden yang sama. Percobaan bunuh diri. Dan aku sangat suka sekali menjahili namja yang seharusnya aku panggil oppa itu. Melihat mata sipitnya membulat karena marah dan kesal padaku yang mengganggu istirahatnya atau mendengar suara khasnya berteriak padaku ketika aku mengambil PSP dan ipod kesayangannya
“cepat kembalikan nona manis” deg !!! aigoo wajahnya… wajahnya ~ kyaaa~~ !!! wajahnya begitu dekat dengan wajahku, mata sipitnya menatap lurus mataku. Hoohh jantungku ?? ada parade di dalam saat ini. Omo apa – apaan aku ini ?? >,<
Tuukk~~
“aaww !! yaa appoyo !!!” pekikku pada namja bergigi kelinci didepanku ini. Isshh dia menjitak kepalaku.
“makannya cepat kembalikan PSP ku”
“ada di kamarku, ambil saja sendiri”
“aahh katakan sejak tadi… jadi tidak usah membuatku repot – repot memberimu ttakbam” keluhnya dan kembali memberikan ttakbam padaku.
“yaa !! appo !! dasar Lee Jinki jelek !!!!” pekikku lagi, tapi ia hanya tertawa puas dan pergi meniggalkanku.
~0~0~0~0~0~
“jadi yang menemaniku malam ini siapa ??”
“tidak ada… terpaksa kau harus sendirian malam ini”
“apa oppa tidak bisa cancel semua pekerjaan oppa ?? ayolah oppa, oppa tega membiarkan dongsaeng tercintamu ini sendirian di rumah sakit ??” rengekku pada Seunghyun oppa.
“haahh… mau bagaimana lagi Hyo Sun ?? mianhae tapi kali ini benar – benar penting” ia mengacak rambutku pelan.
“ckk… pekerjaan lebih penting daripada dongsaeng sendiri. Kejam” aku melempar boneka teddy bear warna pink ku ke wajah Seunghyun oppa.
“ya !! besok juga aku akan menemanimu lagi. Sudah yaa,,, aku pergi dulu. Anyeong Hyo Sun !! “
Kutarik selimutku kasar, menutupi seluruh tubuhku ketika Seunghyun oppa keluar dari kamar rawatku. Aarrgghh sendirian lagi !!! aku benci di tempat mengerikan seperti ini. Appa dan eomma orang sibuk yang jarang sekali menghabiskan waktu di rumah apalagi menemaniku dirumah sakit saat ini. Dan oppaku ?? seharusnya ia bisa, tapi kali ini alasan pekerjaan membuatnya tidak bisa menemaniku. Hhh… jadi, harus apa aku sekarang ?? memainkan game di handphoneku untuk mengurangi rasa bosan,, aasshh tapi sama saja, masih bosan. >,<. Eh iyaa… aku kan punya tetangga baru yang menyenangkan, ahaha tiba – tiba terlintas ide jail di otakku. Segera aku turun dari kasur, mengambi tongkat krek dan menuju kamar sebelah ‘113’ aku tersenyum jail membaca nomor kamar ini. Perlahan kubuka pintu kamarnya supaya tidak mengganggu makhluk yang kuyakini sedang tertidur pulas sekarang, tapi akan kukerjai ia sebentar lagi, hehehee…
Lho ?? tapi mana ? kok tidak ada sih ? aku tidak menemukan wujudnya dikasur ataupun sofa…. ruangannya kosong. Kemana Jinki oppa pergi ? kusapu ruangan ini dengan penglihatanku, berusaha mencari sosok bermata sipit itu dan ketika aku menoleh ke kanan….
“kyaaaaaaaa~~~” aku terlonjak kaget saat melihat sosok dengan jubah serba putih di sampingku. Hantu ?? astaga kakiku benar – benar tidak bisa diajak kompromi saat ini. Aku terduduk kaku, menutup mataku rapat – rapat dan terus berdoa semoga makhluk yang entah apa tadi itu cepat pergi dari sini T_T
“bwahahahahahahahaaa”
Eh ?? suara orang tertawa ? aahh dan aku kenal suara ini. Perlahan aku membuka mataku dan mendongak melihat apa yang terjadi. Dan benar saja, itu dia Lee Jinki, namja gigi kelinci itu sedang memegangi perutnya sambil tertawa terbahak – bahak di depanku. Aiisshh kali ini aku yang terkena jebakannya
“ya !!! Jinki jelek !!!”
“eh… tidak sopan ! seharusnya kau memanggilku oppa, aahh dasar !” lagi – lagi ia melayangkan ttakbam di keningku.
“iisshh…” aku hanya mengerucutkan bibirku dan mengusap – usap keningku, masih berusaha meredakan detak jantungku yang sempat terfosir kerjanya akibat terkejut melihat sosok hantu yang ternyata adalah namja gigi kelinci menyebalkan itu.
“sudah kuduga kau akan menggangguku lagi malam ini” ia kembali berbicara dan duduk di sofa. Aku mengikutinya dan mengambil tempat disampingnya.
“dan berubah menjadi hantu jadi – jadian” sahutku menyindirnya
“ahahaha… hasilnya ??? aku benar – benar bisa membalasmu kan ??”
Eoh puas dia ?? berhasil membuatku ketakutan dan hampir pingsan ? awas kau yaa !!
“sudah sana ! kau gagal mengerjaiku kan ?”
“mwo ?”
“kembali kekamarmu dan tidur” dia mendorongku menjauh
“ah sirheo !!”
“aku mau tidur. Kau mau apa disini ??”
“eh,,, aku,,,,” ah yang benar saja aku mengatakan padanya kalau aku takut sendirian dikamar.ya, itu memalukan, bisa – bisa ia menertawaiku lagi.
“jangan bilang kalau kau takut sendirian dikamar mu ya ??” tebaknya, sambil mendekat padaku dan memicingkan mata sipitnya.
“ah,,, ahni,, ahni,, hanya bosan saja dikamar terus. Biarkan aku main disini ya”
“aku mau tidur, aku lelah seharian mencari PSP yang kau sembunyikan”
“uuhh sebentar saja” mohonku lagi tapi ia menggelengkan kepala dengan tegas. Aahh kuraih tongkat krekku dan keluar dari kamarnya. Tapi aku tidak beranjak…. bulu kudukku berdiri melihat keadaan rumah sakit yang mulai sepi. Aahh eotokkhae ? aku takut masuk ke kamarku T,T
“kajja ! kutemani kau dikamarmu” Jinki tiba – tiba keluar dari kamarnya dan menarik lenganku menuju kamarku.
“eh ? kau ??”
“sudah cepat tidur atau aku kembali kekamarku lagi”
“ah iya…. aku tidur” hah pabbo !! Hyo Sun pabbo !! kau menuruti kata – katanya ?? ish baiklah hanya malam ini karena aku sangat ketakutan.
~0~0~0~0~0~0~0~
Berkas – berkas cahaya matahari mulai memasuki kamarku, menusuk kulitku dan membuatku terbangun dari tidur lelapku. Aahh sudah pagi lagi dan aku masih berada di rumah sakit. Ku edarkan pandanganku keseluruh ruangan, tapi aku tidak menemukan seseorang pun. “dimana Jinki oppa ?” desisku, menyadari Jinki oppa yang sudah menghilang dari ruanganku.
“anyeonghaseo nona Choi… saatnya mandi ^^” seorang suster masuk dengan membawa baskom berisi air hangat dan handuk kecil.
~0~0~0~0~0~
Kutelusuri lorong rumah sakit, mencari namja gigi kelinci yang semalam sudah berbaik hati untuk menemaniku, tapi tidak juga aku menemukan sosoknya. Akupun pergi ketaman, seseorang namja sedang duduk santai sambil memejamkan mata dengan headset yang terpasang ditelinganya. Aahh sudah pasti itu Jinki oppa.
“morning” baru aku membuka mulut untuk menyapanya tapi ia sudah lebih dulu menyapaku.
“kok tau kalau aku datang ?”
“aura iblismu sangat kuat nona, jadi aku
bisa merasakan kau jika ada didekatku” jawabnya innocent.
“ya !! kau pikir aku setan ??”
“ne… lucifer kecil hahahaa” dia tertawa memperlihatkan gigi kelincinya.
~~~~~~~~
“pantas saja aku sial terus kali ini. Ternyata nomor kamarku yang membuatku tidak setenang biasanya.”
“ah wae ?? kurasa biasa saja. 113. Ada yang salah ??”
“113. Angka 13 itu yang salah. Itu angka sial !!” wajahnya berubah mengerikan. Ah dia berusaha menakutiku ??
“hahahahaa oppa percaya dengan takhayul macam itu ? kurasa tidak ada angka sial. Menurutku angka 13 itu menantang”
“menantang ?? apanya yang menantang ?? kau sakit jiwa ya ??”
“hahahahaa mollayo… bagiku menantang saja dan aku sangat suka angka 13 ^^. Angka 13 itu mengawali hidupku didunia ini ^_^ ”
~0~0~0~0~0~0~0~
sembilan hari aku masih terkurung didalam gedung serba putih ini. Tapi pagi ini rasanya berbeda sekali. Jinki oppa. Tadi setelah sarapan aku mengunjungi kamarnya, tapi aku tidak menemukan sosoknya, kamarnya kosong, kasurnya juga sudah tertata rapi. Suster bilang ia sudah pulang pagi – pagi sekali. Hah rasanya sepi tidak ada yang bisa ku ajak ngobrol dan pastinya tidak ada yang bisa kujaili.
Dua hari setelah Jinki oppa keluar dari rumah sakit tanpa memberitahuku, akhirnya aku diperbolehkan pulang dan kakiku juga perlahan mulai bisa digerakkan walau masih terasa sangat sakit.
“istirahat saja, tidak usah macam – macam yaa…” ucap Seunghyun oppa ketika mengantarkanku membawakan barang – barang kembali kekamarku.
“ne oppa ^^…” wohoooo~ akhirnya aku kembali ke istanaku juga yaayy~~.
Jinki POV
Hampir seminggu setelah keluar dari rumah sakit, tapi rasanya ingin kembali lagi kesana atau langsung mengirim diriku ke akhirat saja. Aku muak berada dirumah, bertemu dengan laki – laki tua tidak berperasaan yang sudah tak ku panggil dengan sebutan appa lagi, juga seorang wanita gila yang dengan segala tipu muslihatnya secara perlahan menyedot harta keluargaku. Aaahhh bitch !!! dan seperti biasa, hidupku hanya berkutat dikamar dan kuliah, itupun kalau aku masih punya kesadaran untuk masuk kuliah. Aasshh… apa perlu aku mengiris urat nadiku lagi ?? minum racun serangga lagi ?? atau sengaja terjun ke jurang ? rasanya tuhan seperti mempermainkan diriku, membuatku merasa tersiksa, sakit, dan saat aku diambang kematian, ketika aku mulai merasa bahagia karena akan segera bebas dari dunia mengerikan ini, tuhan malah meberikanku kehidupan lagi, dan membuatku kembali merasa tersiksa.
“Jinki, eomma membuat brownies. Kau mau ???” suara nenek sihir itu merusak ketenanganku. Ah ?? nugu ?? eomma katanya ??? cih.. jangan pikir karena ia sudah menikah dengan Appa, jadi aku mau memanggilnya eomma ? eoh tidak yaa !! tidak akan !!!!… kupasang headsetku, memutar lagu rock dan menaikkan volumenya hingga batas akhir, menghindari suaranya yang sok manis, yang masih saja berkoar – koar diluar kamar. Hooaahh sesaat dunia tenang… eh ia, apa kabar yeoja itu ya ? apa dia sudah pulang dari rumah sakit ? hahaha tiba – tiba teringat teriakannya, senyum evilnya, dan ekspresinya saat kuberi ttakbam. Hahahaa gadis yang menganggap angka 13 itu angka yang menantang. Apa yang menantang ? kurasa angka 13 itu angka sial. Iya sial. Anga 13 merusak kehidupanku. Seluruh kehidupanku.
~0~0~0~
Kau tau apa yang membuatku semangat hidup untuk dua minggu terakhir ini ? yeah, aku bertemu dengannya, yeoja jail saat di rumah sakit itu. Dua minggu yang lalu ketika aku pulang dari kampus aku bertemu dengannya di toko kaset… yaa you see.. sampai saat ini kami sering bertemu atau hanya jalan dan makan siang bersama. Choi Hyo Sun.
Hyo Sun POV
Kurapatkan jaketku, berusaha mengurangi dingin dimusim pergantian ini. Aahh sepertinya jaket yang kupakai kurang tebal kali ini. >,<. Kulirik namja yang berdiri disampingku, mata sipitnya menerawang jauh kehamparan padang rumput didepan kami..
“sebentar lagi musim salju” ucapnya lirih
“ne,,, dan aku suka itu ^o^” sahutku begitu riang dan lagi – lagi aku memperlihatkan aegyeoku padanya. Tapi bukan sebuah tawa renyahnya yang kudapat melainkan tatapan innocent nya.
“wae ?? kau tidak suka dengan musim salju ??” tanyaku kesal
“sangat. Sangat tidak suka” kali ini wajahnya berubah dingin. Hening… yang kudengar hanya suara rumput yang saling bergesekan akibat diterpa angin.
“kau pernah tidak merasa bahwa tuhan sangat tidak adil padamu ?” Jinki oppa kembali membuka suara.
“wae ?? kenapa harus merasa seperti itu ?”
“saat tuhan mengambil semua yang kau sayang, menghancurkan kehidupan bahagiamu seketika”
Aku diam. Mengambil yang ku sayang ?? mengahncurkan kehidupan bahagiaku ?? apa masalahku waktu itu juga seperti apa yang ditanyakan Jinki oppa ?
“eomma misalnya ??….” Jinki oppa melanjutkan ucapannya, ia melangkah kedepan, menundukkan kepalanya dalam, dan mulai menceritakan semuanya.
Jinki POV
Ketika kau merasa menjadi seorang anak yang paling bahagia didunia. Memiliki orang tua yang sangat menyayangimu, harta yang berkecukupan, teman yang banyak, dan yaahh kau benar – benar terlihat sempurna. Aku pernah terbuai dengan itu semua, tapi itu semua hilang bagai debu yang diterpa angin ketika aku berusia 13 tahun. Satu hari sebelum hari ulang tahunku, ketika salju turun dengan cantiknya, aku kehilangan sosok eomma yang sangat aku cintai. Appa bilang kalau Eomma mengidap suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan hingga merenggut nyawanya, aahh tapi aku tidak percaya dengan Appa, aku yakin bahwa kematian Eomma adalah rencana dari wanita busuk yang menjadi selingkuhan Appa. Yeah… betapa frustasinya aku saat itu. Tiga tahun aku hidup dalam keterpurukan, masih tidak bisa terima dengan kepergian Eomma ditambah dengan Appa yang menikahi wanita busuk itu. Sudah lebih dari empat kali aku mencoba untuk mengakhiri hidupku. Entah tuhan masih sayang padaku atau apalah, lagi – lagi menghadapkanku pada masalah baru. Satu tahun berikutnya aku dipertemukan pada cinta pertamaku. Awal mula aku mulai bangkit dari masa lalu yang pekat. Oke,, aku sayang padanya, aku mencintainya bahkan sangat mencintainya. Tapi apa kau tau ? lagi – lagi tuhan mempermainkan hidupku, ia mengambil yeojaku. Yeojaku meregang nyawa ketika perjalanan ke incheon menuju tempat dimana aku dan dia akan merayakan kelulusan kami bersama. Aarrgghhh…. dan lagi – lagi aku berusaha mencabut nyawaku sendiri dan lagi – lagi tuhan menghidupkan aku kembali. Terakhir, aku berusaha memotong urat nadi tanganku karena benar- benar tidak betah dengan hidupku yang semakin jatuh kejurang yang paling curam. Dan semua itu terjadi selalu dengan angka 13.
“jadi itu alasan oppa tidak suka dengan angka 13 dan salju” Hyo Sun mulai berbicara setelah aku mengakhiri ceritaku
“ne…”
“hahahaa oppa itu namja tapi tidak bisa menyikapai masalah dengan baik
”
“iya aku memang pengecut, lalu kenapa hah ??”
“ckk,,, oppa pikir apa karena angka 13 dan salju yang membuat itu semua terjadi ?? dan oppa seenaknya saja menyalahkan tuhan ?? merasa tidak adil ?? itu masalah besarnya, otak dan hati oppa tidak berjalan selaras.”
“hh anak kecil sepertimu tau apasih ?? iyalah kau memang tidak pernah merasakannya”
“bukan itu maksudku. Maksudku, itu semua terjadi karena awalnya oppa terlalu larut dalam kehidupan oppa yang terlalu gemerlap, oppa lupa semuanya, oppa terbuai dengan kesempurnaan itu, hingga tidak menyadari masalah kecil yang mulai masuk dalam keluarga oppa. Coba oppa melihat gelagat mencurigakan Appamu yang mulai berselingkuh, mencoba untuk mencegahnya dan membuat semua kembali normal, pasti tidak akan seperti itu keadaanya.” Hyo Sun menasihatiku panjang lebar, eh sekarang kenapa ia yang terlihat lebih dewasa daripada aku o.O
“haahh… aku pikir memang semuanya baik – baik saja.” Keluhku lemah.
“oppa malah menyalahkan angka 13. Asal oppa tau saja ya, jika tidak ada angka 13 aku tidak akan ada didunia ini.”
“ya maksudmu ??”
“ne, aku lahir tepat pada tanggal 13. Tapi apa aku selalu sial ?? tidak kok, itu semua hanya sugesti saja, jadi tidak ada angka yang menyebabkan kesialan, keberuntungan atau apalah dalam hidup kita.”
Aku hanya terdiam menatapnya, berbicara dengan wajah bersinar. Aaahh rasanya ada sesuatu yang mengahntam otak dan hatiku. Kenapa yeoja ini selalu bisa membuatku skak match.
“uuhh aku lapar” keluhnya tiba – tiba, ia menarik lenganku.
“ah ne,, kita cari makan ya”
Selama perjalanan kami terus terdiam. Hanya alunan lagu menyedihkan yang berjudul Easy mengalun lembut menemani kebisuan kami hingga kembali sampai di Seoul dan kami turun disebuah restoran Paris ‘boun a’patiet’. Kami pilih meja didekat jendela, memanggil seorang pelayan dan memesan beberapa makanan.
Hyo Sun POV
Masih tidak berani berbicara dengannya sejak sesi cruhat (?) tiba – tiba tadi, aku takut kalau perkataanku tadi menyinggung perasaan namja bermata segaris itu. Kami makan siang di restoran Paris. Ya ini membuatku teringat pada namja brengsek itu lagi. Suasana restoran ini masih sama seperti terakhir kali aku kesini sebelum aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang kakiku retak.
“pesanannya agashi” seorang pelayan menghancurkan kepingan – kepingan kenanganku bersama namja gila itu. Ah ya sudahlah kenapa aku jadi memikirkannya lagi ??
“selamat datang tuan” penerima tamu didekat pintu menyambut pengunjung dengan semangat, kemudian seorang namja berkulit putih, masuk kedalam restoran, ia tersenyum pada si pelayan yang membuat mata sipitnya semakin tidak kelihatan. Ah sialan dia !! aigoo~ Lee Gikwang, namja gila yang mengahncurkan hidupku.
“oppa ayo kita pulang” ajakku pada Jinki oppa yang masih saja lahap dengan makanannya. Dia menatapku bingung seolah – olah bertanya kenapa tiba – tiba mengajak pulang. “ah ayo oppa…” aku sudah tidak betah, aku melangkah meninggalkan meja kami menuju pintu keluar sambil berusaha agar Gikwang tidak melihatku.
“ya ! Hyo Sun cakkaman !!” teriak Jinki oppa dari belakang, yang masih kerepotan mengambil uangnya didalam dompet untuk membayar makanan yang belum sempat kami habiskan.
“Hyo Sun !” suara seorang namja kembali terdengar memanggilku dan aku yakin ini bukan suara Jinki oppa. Aasshh mati kau Hyo Sun !!!.
“Choi Hyo Sun ??” tangannya meraih lenganku
“Gikwang ?” ucapku berusaha memberi tatapan sedatar mungkin pada namja gila didepanku ini. Aahh ingin sekali aku menampar pipi chubbynya, menjambak rambutnya dan membuat ia semakin pendek (?)
“kau kemana saja Chagiya ?” Cih !! chagiya ? ia masih berani memanggilku chagiya ? maniak !!
“sorry… bisa kau lepaskan tanganmu darinya ?” Jinki oppa datang menarik tanganku yang digenggam oleh Gikwang.
“siapa kau ?” Gikwang terlihat risih dengan kehadiran Jinki oppa.
“seharusnya aku yang tanya kau ini siapa. Kau liat tuan ?? mata nona ini begitu tidak suka ketika melihatmu.” Dan Jinki oppa menarikku keluar restoran.
“ya Hyo Sun tunggu sebentar” Gikwang mengejar kami dan kembali menarik lenganku
“aigoo sialan !! kita sudah tidak punya urusan lagi ya, urusi saja yeoja barumu itu.” Bentakku pada Gikwang. Aahhh mataku panas, ya tuhan jangan biarkan aku menangis di sini. Jangan !!
“mianhae chagi.. jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud untuk…”
“ssstttt… berisik !!!!” Aku berlalri menuju mobil jinki oppa tapi sialan namja gila itu lagi lagi dan lagi menarik lenganku, menarik paksa diriku.
“MWO ?? mau membuatku menangis lagi ? mau menamparku lagi ? mau mempermalukanku didepan umum lagi ? mau membuatku kecelakaan dan membuat kakiku patah lagi ?? HAAHH !!! ” oke, kurasakan air mataku mulai membasahi kedua pipiku. Kenapa aku harus menangis dihadapannya sih ? Hyo Sun pabbo !!
“kau kecelakaan ?? kapan ??”
“bukan urusanmu lagi. Sekarang lepaskan tanganku brengsek !!” kudorong tubuh berototnya supaya menjauh dariku. Tapi percuma, dia masih mencengkram kuat lenganku T_T
“ikut aku . aku bisa jelaskan semuanya” Gikwang menarikku menuju mobilnya.
“ya ! andwae~ !!” pekikku, tapi seketika rasanya untuk kesekian kalinya tubuhku ditarik oleh seseorang.
“heii,, don’t touch my girl !! aratso !!!” Jinki oppa menghempas tubuh Gikwang kejalan, menarik kerah kemeja Gikwang dan menatapnya lekat. Hoohh bahkan tubuh Jinki oppa kalah besar daripada Gikwang tapi ternyata ia kuat juga menghantam gikwang seperti itu.
“mwo ? siapa kau berani berkata seperti itu ? dia yeojaku yaa !!” Gikwang berusaha melawan.
“hh dulu. Tapi sekarang… she is mine !! and i think you must go away from her life” mata Jinki oppa memerah. Hei aku belum pernah melihatnya semarah ini. Ia kembali menghempas tubuh Gikwang ke jalan, menarikku menuju mobilnya dan pergi menjauh dari tempat tadi. Selama dimobil lagi – lagi kami saling diam. Aku masih saja mengeluarkan air mataku.
“tidak usah menangisi namja sakit jiwa tadi lah.” Jinki oppa mengehentikan mobilnya
“siapa yang menangisinya ??” aku mengusap air mataku
“lalu kenapa kau menangis ?”
“aku takut… takut melihatmu marah seperti tadi”
“ye ? hahahaa.. kau ini ckckckk” ia tertawa, mengusap puncak kepalaku lembut “bisa kau ceritakan padaku masalahmu dengannya ?” Jinki oppa menatapku lekat.
Singkat cerita, dua bulan yang lalu. Saat itu aku berencana membeli roti di restoran favoritku dengan Gikwang ‘boun a’patiet’, membeli roti untuk merayakan ulang tahun jadian kami yang pertama. Tapi apa yang kudapat ?? aku melihat Gikwang bersama yeoja lain disana. Mesra sekali. Gikwang menggenggam tangan yeoja itu, menyentuh pipinya, membelai rambnutnya dan menatap yeoja itu dengan pandangan yang eerrhhh sangat membuatku muak. Aku menghampiri mereka, dan kau tau apa yang dikatakan Gikwang ketika melihatku ? “sory,,, kau siapa ya ??” aarrhhh shiitt !! dia pura – pura tidak mengenalku hanya demi yeoja menjijikkan itu. Aku memaki Gikwang juga termasuk yeoja yang menatapku bingung. Kurasa aku salah untuk tetap berada disini dan memaki mereka berdua, karena setelah itu Gikwang menamparku. Eoh,,, didepan umum dia menamparku. Lee Gikwang, namja yang namja yang membuatku melayang dengan cintanya selama setahun ini, yang katanya selalu menyayangi dan mencintaiku, yang katanya ingin menjadi bagian terindah dalam hidupku. Kali ini memperlakukanku seolah – olah aku ini bagian terburuk dalam hidupnya, menamparku didepan umum, didepan yeoja selingkuhannya. Oke, intinya dia membuangku. Akupun pergi dari restoran itu. Emosi, marah, kecewa dan aaahhh masih terbayang jelas dibenakku ekspresi yeoja tadi ketika Gikwang menamparku, ku injak gas mobilku, membuatnya melaju semakin cepat hingga rasanya mobilku menghantam sesuatu dan keesokan harinya aku sudah berada dirumah sakit dengan kepala dan kaki yang diperban, juga membuatku tidak bisa berjalan bebas untuk sementara.
“setelah ia membuatmu terbuai dengan cinta dan perhatiannya, dia membuatmu jatuh” Jinki oppa membuka pembicaraan. Haahh… aku menghela nafas panjang.
“entahlah,,, yang jelas aku tidak mau mebahasnya lagi”
Hening…. selalu seperti ini, hening tiba – tiba. Hingga kurasakan Jinki oppa menarikku kedalam pelukannya. Astaga ia memelukku. Hangat. Ia memelukku begitu erat. Mengelus rambutku dan mencium puncak kepalaku lembut. Haaahh aku freezing sekarang, apa – apaan ini ?? Jinki oppa……
~0~0~0~0~0~0~0~
Jinki POV
“ne… aku jemput yaa… ok akan kucarikan,,, bye chagia” kututup flip handphoneku, bergegas menuju restoran ‘boun a’patiet’ membeli roti pesanan yeojachinguku, ah bukan ! bukan yeojachinguku tapi calon anaeku. Choi Hyo Sun. Hahahaa
Kalian tau perjuanganku mendapatkannya, perlu waktu setahun untuk menata hatinya kembali dan menerimaku menjadi namjachingunya. Dua tahun kami menajalin hubungan sebagai pasangan kekasih dan dia masih saja tetap jail -_-. Dan ada yang perlu kalian tau uniknya hubungan kami. Angka 13. Yaapzz… semua berawal dari 13, ruang kamarku 113 yang bersebelahan dengan kamarnya saat dirumah sakit, aku benci angka 13, dia suka angka 13. Dan yang lebih spesial lagi, tanggal jadian kami tepat tanggal 13 Desember, satu hari sebelum ulang tahunku dimusim favoritnya. Musim salju. Berkat Hyo Sun aku mulai bangkit dari kehidupanku yang terlampau berantakan dan sekali lagi berkat Hyo Sun juga aku mulai menyukai angka 13.
Ah iya aku harus cepat menjemputnya. Ku injak gas mobilku menuju kawasan Gangnam setelah selesai membeli sesuatu untuk yeojaku tercinta. Sstt.. i prepare something special for her. ^o^ ß (anggap ekspresi onew). Yeoja berambut sepunggung, mengenakan hoodie berwarna pink, celana leging dan high heels andalannya. Hei,, dia tau ini musim salju kenapa tidak memakai syal atau pakaian yang lebih hangat dari yang dipakainya sekarang -_-. Ia masuk kedalam mobilku ketika aku berhenti didepannya.
“memangnya kita mau kemana oppa ?” suara lembut Hyo Sun menyadarkanku dari rasa keterkagumanku tadi.
“uumm.. i’ll give you some surprise baby”
Matanya tak berhenti memancarkan rasa kagum begitu melihat pemandangan didepan kami. Padang rumput yang luas, tertutupi butiran salju putih yang indah. Aahh akupun ikut tenang melihat pemandangan ini.
“tempat terindah ke 13 yang aku janjikan”
Hyo Sun POV
“ tempat terindah ke 13 yang aku janjikan” tiba – tiba Jinki oppa memelukku dari belakang, menyandarkan dagunya di pundakku.
“haha… ne, ini indah sekali oppa” aku menggenggam tangannya yang melingkar di pinggangku.
“hutangku lunaskan ?” lanjutnya lagi.
“yes… thank you my chicko hahahahaa”
Aku memang memintanya untuk mencarikan 13 tempat terindah di Korea yang sama sekali belum pernah aku lihat pada Jinki oppa. hoaahh dan dia menepati itu semua. Chicko ku benar – benar namja yang manis. Hihihii ^-^
“13 lagi…” ia berdesis ditelingaku
“waeyo ?”
“padahal kita dulu beda jalan ya”
“hmm” diam… yang bisa kudengar hanyalah hembusan nafasnya dan angin musim salju yang membawa butiran – butiran lembut yang cantik
.
“kau tau sesuatu yang indah yang pernah kuterima dalam hidupku ??” Jinki oppa mempererat pelukannya di pinggangku.
“mwo ?? cinta ?”
“lebih dari cinta”
“lalu ?”
“kau… kau itu cinta dan kehidupanku. Aku sadar satu hal, bahwa ketika tuhan masih terus memberikanku kehidupan saat aku sekarat, maksudnya itu membawaku untuk bertemu denganmu. Bertemu dengan kehidupanku yang sesungguhnya. Kehidupan yang sudah dipersiapkan tuhan untukku. Sebuah kehidupan lebih sempurna dari sebelumnya. Juga bahwa itu tanda Tuhan sangat menyayangiku.” Dan kemudian sebuah kecupan kuterima dipipiku begitu lembut. Aasshh… please aku merasa hawa disekelilingku jadi panas sekarang. Sejak kapan ia jadi seperti ini ? Jinki oppa melepas pelukannya melangkah kehadapanku, menggenggam tanganku dan menatapku begitu dalam. Ya please aku tidak suka tatapannya yang seperti itu >w<.
“Hyo Sun”
“ne ?”
“kau benar. Tuhan memang begitu adil pada kita”
“eoh wae oppa ??”
“jika aku berakhir dengan angka 13, kau malah memulai semuanya dengan 13”
“aahh ne..” kuperlihatkan senyum termanisku padanya.
“jadi bisa aku meminta sesuatu padamu ?” ia mendekat padaku
“mwo ?” ah ini semakin membuatku lemas. Ada apa dengan jinki ???
“bisa kau membawaku ke kehidupanmu. Menjalin dan memulai semuanya dengan angka 13 ?”
“mm,, maksud oppa ?” tanyaku yang memang tidak mengerti maksud ucapannya.
“Hyo Sun… will you marry me ??” hoohh… aku tidak salah dengar ? ia melamarku ? God. Inikah maksudnya ?? jadi apa yang harus kukatakan padanya ?? selain…
“yes.. i do oppa” Jinki menarikku kedalam pelukannya. Hangat.
It’s end of my love story ?? i think no !! kami baru saja memulainya. Ahahaa ah iya aku baru ingat kalau ini tanggal 13 Desember . ^o^
~~~ END ~~~
Hahahaa… gimana ?? dapet feelnya gak ?? itu maaf ya, mana Gikwangnya cuma keluar sebentar, T_T…. gak bosan2 buat mengingatkan RCL WOOYY RCL !!!! uuhmm ya sorry for typo yaa ^^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar