Kamis, 27 Februari 2014
Cuap - Cuap =_=
haii~~ hallooo~
long time no blogging. kekekke~
jadi gini, ceritanya gue lagi super seneng karena IP gue tembus target, bahkan lebih dari target ahahaha. alhamdulillah ya allah. gak sia - sia gue berjuang di jurusan yang melenceng jauh dari jurusan pas SMA. dan baru gue sadari mengutak atik jurnal lebih menyenangkan daripada bergelut dengan molekul, gaya, newton, logaritma, unsur kimia dan kawan kawannya. :")
mau teriak tapi kayaknya lebay banget. oke ini baru awal. masih ada next semester yang berarti harus lebih baik lagi.
sebenernya itu beban buat gue. gue suka gitu dari SMA, awal masuk SMA bisa dapet peringkat 10 besar eh makin kesini sampe UN nilai gue ANJLOK GILA KAMPRET!! TT___TT
makannya takut kalo ini bisa begitu... hh.. tapi ya setelah curhat panjang sama kakak akuh yang tercinta ini ya Hae Hyung wkwkwk xD intinya gue harus tetep semangat! ini awal buat macu semangat gue kedepan. buat tabungan di akhir semester nanti!! YEHEETT!!!
dan kesibukan gue selama liburan ini... ung... gue kembali tenggelam dalam RP World. gue agak takut kalo mulai kacanduan main RP lagi. kenapa? soalnya ini salah satu penyebab nilai gue pas SMA anjlok.
asik sih. tapi ya gitu... kalo kebablasan lupa waktu, lupa makan, lupa belajar. semoga aja kalo gue mulai aktif kuliah bisa long hoatus lagi dari dunia menyenangkan tapi laknat itu. AHAHAHAHAHA
oke i'll stop it here. sebelum ini blog jadi tempat curhat ketiga gue (setelah Hae Hyung dan twitter. lol) jadi gue hentikan cuap - cuap gak penting ini disini.
oke bye! / terbang naik naganya Kris /
rei_
Jumat, 24 Januari 2014
Moment Before I... -FF-
Rate : 14+
Genre : romance, angst, friendship, sad
Cast :
~ Park Eun Yoo as You
~ Kim Kibum ‘SHINee’
~ Lee Jinki ‘SHINee’
~ Kim Jonghyun ‘SHINee’
~ KAI ‘EXO’
~ and other cast you will find in the story...
Disclaimer : this FF is MINE !!
selamat mebaca~~ jangan lupa RCL!!!
000000
Tess~….
Eoh ? apa ini ? air ?
Tess~… Tess~…
Lagi dan lagi, butiran air terus turun dari langit. Ah, hujan lagi ? kenapa akhir – akhir ini sering sekali hujan sih. Ckk perasaanku juga jadi tidak tenang. Ya tuhan ada apa ini ?.
Dingin. Disini juga semakin dingin, eomma mana ?
“eommaaaa~ dimana selimutku ?”
Hening…. tidak ada jawaban, hujan semakin deras dan dinginnya semakin menusuk tulangku. Eomma dimana ? kenapa tidak ada yang menjawab panggilanku ? Jang ahjumma ? kemana penghuni rumah ini ?
“eomma dingin~”
aku semakin menggigil. Mengusap kedua telapak tanganku dan meringkuk di atas lantai yang hanya bisa kulakukan. Hingga sebuah cahaya putih muncul dari balik pintu. Siapa ?……..
0000000
# Appa is back !! #
Eomma duduk dengan anggunnya di ruang tv, matanya memang mengarah pada layar tv tapi aku tau eomma sedang tidak fokus terhadap acara reality show yang sedang tayang saat itu. Tatapan eomma kosong. Waeyo eomma ?. kembali kuingat kesalahan atau kenakalan apa yang aku perbuat akhir – akhir ini, tapi kurasa tidak ada. Atau karena Kai ? kurasa juga tidak, aku tidak mendengar bahwa Kai dapat surat peringatan dari sekolahnya karena berkelahi lagi. Tapi eomma kenapa seperti itu ? aku terlalu takut untuk mendekati eomma kali ini. Isshh Eun Yoo pabbo !!
Bruumm~~
Tiba – tiba aku mendengar suara deru mobil diluar. Hei itu pasti…
“hooaahh Appa !!!” Kai memekik dari arah dapur, ia berlali menghambur kedepan menghampiri seorang lelaki bijaksana yang sudah lama tidak aku lihat.
“Appa !” lirihku begitu aku sampai diambang pintu. Tetap dengan gaya formalnya, kemeja biru muda dan jas hitam membuatnya semakin terlihat keren. Sudah berapa lama aku tidak bertemu dengannya.
Appa menghampiriku, memelukku dengan erat dan mencium puncak kepalaku. Appa.
“sehat ?” pertama kalinya Appa membuka suara
“seperti yang Appa lihat” aku tersenyum lebar dan Appa kembali menarikku dalam pelukannya.
“kenapa yang dipeluk seperti itu hanya Eun Yoo noona ? Appa tidak merindukanku ?” Kai selalu mengganggu.
“ahahah iya, anak appa yang paling tampan. Kemari !”
Akhirnya Appa pulang ! tapi, kenapa eomma masih terlihat murung, iya walaupun Eomma terus tersenyum ketika berbicara dengan Appa juga denganku dan Kai tapi senyum Eomma, bukan senyum seperti biasanya. Eomma, ada apa sih ? Eomma tidak lihat Appa sudah kembali ?.
# Lucifer in My Life #
Rasanya sudah ingin membunuh makhluk didepanku ini. Astaga dia robot hah ?? tidak punya perasaan sama sekali sih !. dan bodohnya aku kenapa aku hanya bisa diam. Dengan santainya ia berbicara denganku, tidak menyadari bahwa aku sedang marah besar padanya.
“ya ! mau kemana eoh ? aku belum selesai cerita” ia menarik lenganku, mencegahku yang ingin pergi meninggalkannya. Pabbo !!! aku kesal denganmu kau sadar tidak sih !!!!
“mau kembali ke kelas.baru ingat kalau aku belum mengerjakan tugas kimia ” ucapku datar
“ckk… bukannya hari ini kau tidak ada pelajaran kimia ? haaa sudah kau tidak bisa bohong dariku !” iya baik aku memang tidak pernah bisa bohong darinya -_-.
Tapi apasih maunya anak ini ! tadi mengajakku ketaman samping sekolah, oke aku ikut dengannya. Tapi sejak awal dia terus yang berbicara, apalagi yang dibicarakannya sangat tidak bermutu. Pamer ! menceritakan semua fansnya, kepopuleran bandnya, cih~ !. tidak sadar bahwa aku kesal dengannya dan aku memutuskan untuk kembali ke kelas ia mencegahku. Heh pabbo, aku jengah ya denganmu !! namja tapi cerewet seperti yeoja !!!!
“oke, kalau kau mau kembali ke kelas.” akhirnya ia memperbolehkanku kembali. “Eh tapi tunggu dulu ! besok sabtu jalan denganku lagi ya” lanjutnya lagi kembali mencegahku.
Ya tuhan, tidak lagi aku mohon ! seperti ini saja aku sudah ingin mati rasanya apalagi harus jalan dengannya, untuk yang kedua kalinya ? SIAPA SAJA BUNUH AKU SEKARANG JUGA !!
“ya ! ayolah, mau ya ? bagaimana kalau ke Namsan Tower ?”
“bosan.”
“hmm…. Lotte World ?”
“sudah sering kesana”
“okee…. kalau begitu ke Namdaemun ?”
“baru kemarin aku kesana dengan teman – temanku”
“hahh pulau Jeju ??” ia semakin mendekat padaku
“ya !! oke baiklah kita ke Lotte World ! puas kau ? aku pergi dulu !!”
Aku berlari meninggalkannya yang sedang tertawa terbahak – bahak bahagia atas kemenangannya (lagi). Hufftt… akhirnya kembali ke kelas. Lho ? kosong. Benar – benar tak ada satu manusiapun didalam kelas, hei ini sudah mau masuk kenapa yang lainnya belum ada yang kembali ke kelas dan…ASTAGA TAS KU~ !! MANA TAS KU ??. primitif ! bercandaan macam apa ini ? menyembunyikan tas orang. Setauku dikelas tidak ada anak jail, tapi kecuali…..
A-yo, himi deul ddaen
Doong tah dak rhythmae gidae.eo, oh
Neol hyanghan oori.ae noraero, oh
Modu a-yo, modu a-yo
Hanphoneku berbunyi menambah kekalutanku karena kehilangan tas. Ckk pesan singkat masuk dengan nama pengirim Pabbo Racoon.
‘lihat keluar jendela ! ppali !!!’
Seolah terhipnotis segera aku melihat ada apa diluar jendela dan ketika aku melihat kebawah…. itu !! Kim Kibum, berdiri dengan santainya dibawah sana dengan tas berwarna merah di tangannya. Anak itu lagi !!! kemudian handphoneku kembali berbunyi, satu pesan singkat lagi dari pengirim yang sama.
‘kalau mau tasmu kembali, ayo ikut aku pulang sekarang ! kekekeke~’
ya tuhan, kenapa kau mendekatkanku pada setan macam dia. Lucifer jenis apa makhlukmu satu itu tuhan ? T_T.
# Marry U #
Tidak akan melewatkan hari ini. Karena hari ini, seorang malaikat akan turun dari surga untuk melantunkan sebuah melodi indah. Aku yakin, semua orang yang datang ke acara ini tidak akan kecewa.
Memilih tempat duduk nomor dua dari depan, tidak terlalu mencolok juga tidak terlalu tertutupi. Sebuah festival sekolah, yang akan diisi dengan parade musik.mana sih dia ? kenapa tidak kunjung naik keatas panggung ?. dan ini ? errhh malah band si anak gila itu yang tampil lebih dulu.
Apa maksudnya ? hei tidak usah berlebihan ya, caramu tebar pesona itu menjijikkan ! oh astaga Kim Kibum, ingat kau itu hanya pemegang gitar, bukan vocalist dari bandmu. Apa ?!? oke, cukup aku geli melihatnya yang seolah – olah sedang meledekku. CEPAT TURUN DARI PANGGUNG SAKRAL ITU SETAN !!!
Oh, akhirnya ia selesai juga. Huhuhuu bukannya aku tidak suka dengan band mereka, aku suka kok, suara vocalistnya sangat bagus, tapi aku hanya tidak suka dengan keberadaan Kibum disitu. Sudah cukup ! sekarang itu…. oh astaga malaikat yang aku katakan akhirnya ia muncul juga.
Geudaerul saranghandanen mal
Pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh
Would you marry me ?
Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh
Aahh lagu ini. Malaikat ini benar – benar menyanyikannya dengan baik. Entah mengapa perasaanku begitu bahagia, seolah ia menyanyikan lagu itu untukku.
Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (i do)
Nuhl saranghaneun guhl (i do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (i do)
Nuhreul jikyuhjulge (my love)
Aku rasa untuk selanjutnya dan seterusnya lagu ini akan menjadi lagu favoritku sepanjang masa. Oppa, terima kasih atas Marry U tadi ^^.
# Something Wrong With Appa and Eomma #
Aahh berisik !!! ada apa dengan mereka sih ? tadi ketika makan malam mereka membisu. Biasanya Appa akan bertanya – tanya tentang sekolah atau kegiatan lain pada aku dan Kai, tapi tadi tidak. Appa hanya diam, memakan makanannya dengan hambar. Eomma apalagi, lebih diam dari biasanya, jika sedang makan malam Eomma akan bertanya pada Appa, Kai dan aku bagaimana rasa masakan Eeomma, tapi kali ini tidak. Eomma juga diam, tak ada yang berani memulai pembicaraan. Tapi sekarang ? mereka berteriak – teriak seenaknya sendiri ! Eomma, Appa,,,, kalian kenapa ? ini sama sekali bukan kalian, belum pernah aku melihat kalian saling berteriak seperti ini.
Aku mencoba untuk keluar kamar, mendekati ruang tengah. Baiklah, aku memang menguping karena aku sangat ingin tahu apa yang menyebabkan mereka berdua bertengkar hebat.
Kai. Dia sudah berada dibalik lemari yang membatasi ruang tengah dengan jalan menuju halaman samping rumah. Aku kalah duluan dengan anak kecil itu. Aku berjalan mendekati Kai, menyentuh pundakknya. Ia terlonjak kaget dengan keberadaanku yang tiba – tiba
“gwenchana ?” tanyaku padanya. Matanya, mata Kai merah sekali. Anak ini menangis ?
“waeyo Kai ?” aku bertanya lagi denga suara lirih pada Kai, dia hanya diam, menatapku seolah menatap pengemis di pinggir jalan yang kelaparan. Iba. Tatapannya tersirat perasaan iba ketika melihatku. Kai ?
“ckk,,, hey boy, tell me what happen with you ? are you hear something why Appa…. ya Kai !!” belum selesai aku berbicara pada Kai, ia sudah pergi meninggalkanku, ia naik ke lantai dua begitu tergesa – gesa. Aku sempat melihat ia mengusap matanya. Kai menangis ?
Hampir aku berteriak kaget ketika mendengar suara Appa kembali membentak Eomma. Aku lupa dengan pertengkaran mereka.
Eomma terus terisak, sedangkan Appa masih saja meluap – luap tapi aku tau, mata Appa juga berkaca – kaca. Kalian kenapa ??
“jika nanti bertambah lagi….. aku tidak akan memaafkanmu !!”
Ucapan terakhir Eomma sebelum Eomma kembali kekamar meninggalkan Appa yang mulai menangis terisak. Apa ? apa yang bertambah ? heii maksud kalian apa sih ? Appa, Eomma, Kai ?? aarrhhh~~~
# Between an Angel and A Lucifer #
Benar – benar acara makan siang yang buruk. Mengapa engkau menciptakan makhluk seperti dia ya tuhan ? makhluk yang tidak pernah bosan mengganggu kehidupanku.
Seenak jidatnya mengusir Jiyeon dan Suzy dari tempatnya, tanpa merasa berdosa duduk didepanku melahap makanannya dengan santai.
“iblis ! apa maksudmu mengusir temanku ? masih banyak tempat kosong kan !” bentakku
“lebih nyaman disini, sebagai ganti janji dinner yang selalu tidak kau tepati” ia kembali melahap makanannya.
Pintar ! namja ini memang selalu bisa membuatku mati kutu. Jiyeon dan Suzy terus menatap kami sambil berbisik – bisik tidak jelas, hei ayolah kawan aku tau apa yang kalian bicarakan. Kalian tau namja gila didepanku ini bukan tipeku mana mungkin apa yang kalian pikirkan itu menjadi kenyataan. Bagaimanapun caranya makananku harus segera kuhabiskan lalu aku segera pergi dari hadapan setan ini.
“yooo Jinki Hyung !” Kibum memekik memanggil seorang namja yang baru masuk kantin.
Omona namja itu…. malaikat Marry U.
“eoh Kibum ? “ namja itu berjalan medekati meja kami, kemudian menganbil tempat disebelah Kibum. Dan sekarang apa ? dia duduk didepanku, ngobrol dengan Kibum. Tampan. Haahh makhluk-Mu yang satu ini baru sempurna tuhan, bahkan terlalu sempurna. Coba lihat senyumnya ! maniisss~ aahh mau sampai kapan dia disitu ? bagaimana aku bisa bergerak bebas dan menghabiskan makananku.
“oh Eun Yoo, wajahmu pucat apa kau sakit ?” ia menatapku khawatir. Eh ? dia menanyakan keadaanku !!
“ah, ahaha gwenchana oppa.” Aku memberikannya senyum terbaikku, bahkan lebih baik dari biasanya.
“apa kau senyum seperti itu ? pabbo !” Kibum kembali bersuara dan merusak moodku untuk kesekian kalinya. Kau yang pabbo !
“sepertinya aku mengganggu kalian ya, baiklah aku pergi dulu ya. Jangan lupa nanti sore ya Kibum !” Jinki oppa pergi.
Yaahh,,, malaikatnya pergi, menyisakan setan gila yang sekarang sedang memandangku skeptis. Apa maunya ?
“ngomong – ngomong kau menyukainya ya ?” Kibum berbisik tepat didepan wajahku.
Tuukk
Kupukul kepalanya dengan sumpit kemudian pergi dari hadapannya, menghampiri Jiyeon dan Suzy. “aku juga bisa menyanyikan lagu Marry U untukmu !” ucapnya lagi sebelum pergi dari tempatnya. Kim Kibum itu sangat aneh !.
# Sign #
Benda berbentuk kepala pororo yang berdiri dimeja belajarku menunjukkan waktu sudah semakin larut. Mana Appa dan Eomma ? mereka belum pulang sejak tadi siang, Kai ? dia punya dunianya sendiri di kamarnya.
Kepalaku, eerrhh sakit !! Eomma cepat pulang ! kepalaku sangat sakit, sudah dua minggu ini aku sering merasakan pusing yang berlebihan, terlalu sakit dari pusing biasanya. Semua terasa berputar – putar, setauku aku tidak punya penyakit vertigo. Tapi ini kenapa ? sakit sekali !.
Ini lebih sakit dari kemarin – kemarin, mataku mulai buram, ingin berteriak memanggil kai atau Jang ahjumma tapi tidak bisa, ini terlalu sakit aku tidak bisa berbuat apa – apa. Tuhan cepat hilangkan sakit di kepalaku ini !.
# Stranger #
Bodoh ! hari ini aku menjadi manusia paling bodoh. Bisa – bisanya terjebak oleh kejailan kibum, menurutinya seperti dia itu bosku. Hah bisa tidak dia lenyap saja dari dunia ini ?. memang sih, ia bilang ini sebagai tebusan karena aku lagi, lagi dan lagi tidak menepati janji untuk jalan dengannya. Aku tidak datang ke Lotte world, sengaja sih lagipula siapa yang mau jalan dengan setan gila itu. Sebagai gantinya, hari ini aku harus mau pulang dengannya, sebenarnya bukan sekedar mau tapi karena ia menyita handphone, ipod, dan laptopku jadi dengan amat sangat terpaksa aku harus mengikuti kemana ia pergi. Poor me. Lagian dari mana dan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan barang – barangku itu ?
Studio musik. Kesinilah ia mengajakku, tempatnya biasa ia latihan dengan bandnya. Oh iya, aku belum cerita tentang bandnya Kibum ya ? oke, band kebanggaan sekolah, dengan nama STRANGER, beranggotakan empat orang namja termasuk Kibum. Mereka semua temanku, Choi Minho sebagai drummer, Kim Jonghyun sebagai vokalist, Lee Taemin sebagai bassist, dan Kim Kibum sebagai gitaris. Minho dan Kibum satu kelas, kelas dua juga sama denganku, kalau Jonghyun oppa itu sunbaeku. dan Lee Taemin hobaeku, hmm ia mirip sekali dengan Kai, eh atau Kai yang mirip dengannya ya ahaha tapi yang jelas mereka berdua sangat mirip hanya saja Taemin lebih lembut daripada Kai. Kalau Jonghyun oppa sudah aku anggap sebagai oppaku sendiri, aku kenal dengannya sejak sekolah dasar. Sedangkan Minho, memang dia satu – satunya anggota band ini yang tidak terlalu dekat denganku.
Geuraedo johahanikka jeongmal saranghanikka
geureohge sarangeun kkog gyesokdwaeya hae
My love~
Jonghyun oppa menyelesaikan bait terakhirnya. Ini dia kekuatan band ini, mereka memiliki Jonghyun oppa dengan suara powerfull milikknya. Daebak !
Mereka keluar dari ruangan latihan, mengahmpiriku yang sejak tadi duduk sendirian seolah sedang menjaga barang – barang dan makanan milik mereka -_-. Bukan yang pertama kalinya sih aku kesini, biasanya Jonghyun oppa yang mengajakku kesini dan karena itu aku jadi mengenal si setan gila.
“tumben kesini ? biasanya kalau tidak aku yang mengajakmu mana mau kau kesini ?” tanya Jonghyun oppa setelah meneguk air mineral dengan seksinya.
“ckk… kalau bukan karena gadgetku disita oleh dongsaeng kesayanganmu itu sih aku juga malas main kesini” keluhku yang kemudian mendapat sikutan dari Kibum.
“wajah noona pucat. Noona sehat ?” sekarang Taemin yang berbicara seperti itu. Ini ada apa sih ? kenapa akhir – akhir ini ada saja orang yang mengatakan bahwa wajahku pucat. Kurasa biasa saja kok.
“gwenchana. Kau tidak lihat aku masih bisa berjalan sampai sini dan masih bisa menjitak anak ini ?” yakinku pada Taemin dan menjitak Kibum dengan keras. Hoh aku puas !
“sepertinya Kibum sangat menyiksamu ya ?” namja bermata bulat dipojok ikut berbicara
“sangat !” lirihku
“justru dia yang menyiksaku” kembali aku merasakan sikutan dari Kibum. Ya ampun setan ini yaa !!!
“Kibum kan memang aneh akhir – akhir ini”
Sindir Jonghyun oppa yang kemudian diikuti gelak tawa dari yang lainnya. Hhh… ya tuhan ! tidak jangan sekarang aahh kepalaku sakit lagi… sshhh… setidaknya jangan sampai seperti malam itu.
“kau baik – baik saja Eun Yoo ?” aku masih bisa mendengar suara Kibum disampingku dan masih bia merasakan tangannya menyentuh pundakku.
“ahaha gwenchana”
Bisa ! kau bisa Eun Yoo menahan rasa pusing ini, pasti nanti hilang sendiri kok ^^
# Again and Again that Sign Always Come #
Ketika pelajaran bahasa inggris tengah berlangsung, saat Yoon songsanim memberi penjelasan pembagian kelompok, saat anak – anak ricuh karena sedikit tidak terima dengan pembagian kelompok itu, dan Suzy yang terus merengek ingin satu kelompok denganku dan Jiyeon kepalaku kembali terasa sakit lagi. Hanya bisa diam ditempatku, berusaha menghilangkan sakitnya dengan memijat pelipisku, tapi tidak bisa ! kepalaku terus saja berdenyut, ruangan ini terasa berputar. Aku mohon jangan kali ini ! kenapa selalu sakit tiba – tiba sih ?
Mencengkarm mejaku kuat – kuat berusaha agar tidak berteriak karena sakitnya yang semakin memuncak. Setidaknnya aku masih mendengar suara anak – anak masih aman, tapi kepalaku aarrhhh !!!
“Eun Yoo akhirnya aku boleh satu kelompok denganmu, aku tukar posisi dengan Min Ah. Yaayy~” suara Suzy terdengar menyadarkanku untuk segera pura – pura tidak merasakan sakit.
“oh jinjja ? yaayy assaa~~ !!” akupun ikut memekik setidaknya untuk mengurangi rasa sakitku.
Masih bisa kutahan sampai pulang nanti kok. Paling sebentar lagi sakitnya hilang. Ahahaa. Sekarang melanjutkan aktifitasku disekolah ^^.
# After Dinner #
Dua minggu. Dua minggu si setan gila tidak mengirimiku sms nya yang tidak penting, tidak muncul dikelasku, tidak mengambil tasku dan mengajakku bolos dipelajaran terakhir, tidak menganggu acara makan siangku di kantin dan tidak ribut mengajakku pulang bersama. Kemana setan itu ? kuperhatikan handphoneku sejak tadi, bolak – balik membuka kotak masuk, mungkin saja ada sms nya yang lupa tidak kubaca hari ini, tapi nyatanya. Kosong. Sama sekali tidak ada sms darinya. Apa dia sakit ? terakhir bertatapan muka dengannya saat di studio musik itu.
Lho eh ? ckk Eun Yoo, seharusnya kau bersyukur dia mulai menghilang kenapa malah bingung dengan keadaanya. Ah pabbo !!
“handphoenmu tidak akan berubah menjadi kelinci atau kucing jika kau tatap terus – terusan seperti itu ckckckk” suara Kai menyadarkanku dari lamunan. Akhirnya ia mau berbicara denganku lagi.
“hai Kai ! lama tidak ngobrol denganmu”
“kau saja yang terlalu sibuk dengan urusanmu sendiri, hingga lupa kalau disebelah kamarmu itu ada manusia yang perlu kau ajak bicara”
“ahahaha kupikir kau marah padaku, jadi tidak berani mengganggumu”
“marah ? untuk apa ? aku hanya benyak tugas saja akhir – akhir ini”
“padahal kita satu rumah tapi kenapa aku harus bertanya hmm… bagaimana kabarmu adikku sayang ?” aku mengacak rambutnya
“yee… kau lihat Kai selalu baik – baik saja. ahahaa”
Akhirnya ngobrol lagi dengan Kai. Semoga sakit kepalaku tidak muncul lagi, jangan mengganggu saat – saat manis seperti ini.
“brownis yang manis untuk anak – anak eomma yang manis ini” Eomma datang dengan sepiring brownis coklat.
“waaa eomma tau saja kalau aku masih lapar” selalu Kai yang mendahuluiku untuk mencicipi brownies buatan eomma.
“kau… sehat sayang ?” Eomma bertanya dengan nada khawatir padaku. Jangan bilang gara – gara wajahku pucat lagi
“aku selalu sehat eomma,” hanya senyum yang aku berikan pada eomma
“ne, eomma harap selalu seperti itu” Eomma mengelus puncak kepalaku lembut dan kembali sibuk dengan pekerjaanya didapur.
Eomma tenang saja, aku tidak apa – apa kok ya walau entah mengapa akhir – akhir ini aku sering pusing. Tapi aku yakin aku sehat kok eomma.^^
# with an Angel #
Sepertinya Kibum memang sudah bosan menggangguku ya. Sudah satu bulan ia tidak muncul dihadapanku juga, terlalu besar sekolahku dan terlalu banyak juga murid disini hingga aku tidak bisa menemukannya. Ckk bagus lah hidupku mulai tenang sekarang. Tapi, kemana anak itu ? baiklah ini memalukan tapi aku merindukan suara uniknya dan seringaian jahilnya. Kibum. Luciferku menghilang.
Tidak terlalu kesepian juga sih, yang jelas hari ini akan aku ingat. 29 Februari. Tanggal yang langka dan momen kali ini langka juga. Jinki oppa, mengajakku jalan. Assa ~~~ !! sudah satu minggu ini aku sering ngobvrol dengannya sih, dan entah setan apa yang membuatnya mengajakku untuk jalan denganny. yang jelas aku terlalu bahagia sampai tidak tau harus berbuat apa. Selama dijalan aku hanya bisa diam, kalau bukan dia yang selalu membuka pembicaraan aku tidak akan memulai.
“oh iya, sewaktu acara perpisahan kelas tiga setahun yang lalu, kau bernyanyi di acara itu kan ?” Jinki oppa kembali membuat topik pembicaraan
“hmm… wae ?”
“ah ahni. Suaramu bagus ! aku suka heheh” ya tuhan ! cepat sadarkan aku sekarang juga. Aahh dia memujiku ? dia tersenyum lagi didepanku. Sebentar lagi aku akian mati berdiri jika ia terus melakukan itu.
“kapan – kapan mau duet denganku ?” ia kembali berbicara
“mwo ? duet dengan oppa ?”
“ne, aahh atau…. kau mau bernyanyi satu lagu untukku” permintaan macam apa itu ?
“sekarang ? suaraku jelek oppa, nanti merusak pendengaranmu aku rasa…”
“ya jangan banyak bicara sudah cepat ayo bernyanyi !” ia memotong perkataanku. Hoohh apaboleh buat, kapanlagi bisa bernyanyi khusus untuknya.
Kimi to boku to “sakura biyori”
Kaze ni yurete maimodoru
Marude nagai yume kara sameta you ni
Miageta saki wa momo-iro no sora
Sebuah lagu Jepang favoritku, aku nyanyikan untuk namja bermata segaris yang sedang menatapku dalam ini.
Suki deshita suki deshita
Egao sakisometa kimi ga
Boku dake ga shitte ita
Migigawa yawarakana ibasho
Sakura no shita no yakusoku
“Rainen mo koko ni koyou” tte
Nando mo tashikameatta kedo
Ima mo hatasenu mama
Kimi to boku to “sakura biyori”
Kaze ni sotto yomigaeru
Kimi mo ima dokoka de miteru no kanaa
Ano hi to onaji momo-iro no sora
Selesai. Ia bertepuk tangan dengan riangnya setelah aku menyelesaikan laguku. Ahaha aku suka gigi kelincinya !.
“baiklah, aku akan memberikanmu hadiah karena mau bernyanyi satu lagu untukku”
Su obsi maneum narul geuroke
Noye modun goseul gajyoton na
Ijenwae Baby why, negeso Baby why
Nal chajeul suga obge gwaen golka
Damai. Rasanya damai mendengar suaranya. Malaikat ini memang menyejukkan.
Deggg !!
Ah tidak ! sakit ! kepalaku sakit lagi. Isshh jangan kali ini, jangan sekarang aku mohon, malaikat didepanku belum menyelesaikan lagunya, aku belum selesai mendengarkan suara indahnya. Aarrhh eomma tolong aku, kepalaku sakit !! eerrgghh sakiittt !!!! ini lebih sakit bahkan sangat sangat sakit dari biasanya. Semua berputar, pandanganku kabur, aku tidak bisa melihat Jinki oppa dengan jelas.
Ayo Eun Yoo jangan tumbang dulu.
No animyon andwaeneun gol
Ijeya araborin naega nomu bichamhae
Sajik sogen ajikdo naega noye
Sarangi got gateunde
Suara Jinki oppa semakin tidak dapat kudengar dengan jelas. Cukup ! ini semakin sakit, aku tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhku. Aahh kepalaku !!
“ya Eun Yoo wae ?? gwenchanayo ? Eun Yoo !!”
Suara Jinki oppa yang kudengar terakhir kali sebelum semua berubah menjadi gelap.
# Hospital. Again #
Terhitung sejak tiga bulan yang lalu ini sudah kedua kalinya aku masuk rumah sakit. Lemah sekali aku ini. Dua hari sejak aku tidak sadarkan diri ketika sedang bersama Jinki oppa waktu itu. Ah memalukan ! pingsan didepan Jinki oppa.
Sebenarnya aku kenapa sih ? sakit kepalaku kenapa semakin parah seperti ini ? kemarin malam sakitnya kambuh lagi, lebih dan lebih menyakitkan dari biasanya. Aku lihat Eomma menangis semalam, melihatku merintih kesakitan. Dan Appa, untuk yang kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ia ini memang menyakitkan, aku tau mereka kasian padaku tapi bisa kan memberitahu padaku kenapa kepalaku selalu menimbulkan sakit berlebihan seperti ini.
Sekarang, hanya ada Kai di kamar rawatku, membaca manga One Piece di sofa, sesekali memperhatikan gerak gerikku dan bertanya padaku “apa noona baik – baik saja ? kepala noona sakit lagi ? noona perlu sesuatu ?” ah anak ini semakin terlihat dewasa kurasa.
Besok, atau mungkin nanti malam aku akan mencoba untuk bertanya pada dokter yang menanganiku tentang keadaanku.
# My Lucifer is Back !! #
Lima potong apel sudah ia suapkan padaku, dua puluh lima menit sudah dia menasihatiku panjang lebar. Masih hidup ternyata setan ini. Sudah satu jam ia berada disini, menemaniku sementara Kai pergi ke tempat lesnya. Senang juga ia kembali muncul lagi, walaupun harus mendengar segala ocehannya lagi.
“Jonghyun hyung menghawatirkan keadaanmu. Dia minta maaf karena belum bisa menjengukmu, mungkin lusa ia akan kesini” satu potong buah apel lagi ia sodorkan ke mulutku.
“hmm…. Jinki oppa bagaimana ?” aku bertanya tentang keadaan jinki oppa, memang sejak aku masuk rumah sakit aku belum didatangi olehnya.
“Kibum ?” aku mengibaskan tanganku di depan wajahnya, kenapa dia ? tiba – tiba diam seperti itu ?
“ckk… apa penting di saat seperti ini menanyakan Jinki hyung ? kau tau kelas tiga sibuk kan, nanti dia pasti juga akan kesini. Sudahlah jangan tanya – tanya tentangnya lagi. Ayo makan ini lagi !” ia berbicara dengan nada kesal.
“isshh… oh iya, apa Eomma atau Appa memberitahumu tentang keadaanku. Ah maksudku kau pasti bertanya pada mereka kan aku kenapa. Lalu mereka jawab apa ?” aku berusaha mencari tau lewat Kibum
“ahni. mereka bilang kau hanya kelelahan. Sudah itu saja”
“dan kau percaya kalau aku hanya kelelahan ?”
“ya memangnya kau sakit apa ? kenapa malah bertanya padaku. Aneh !”
“masalahnya aku juga tidak tau. Ah ya sudahlah mungkin aku memang hanya kelelahan”
Potongan apel terakhir yang Kibum suapkan padaku. Berakhir juga pembicaraan kami sebelum ia menyuruhku untuk beristirahat. Ah aku harap memang hanya kelelahan sih. Kibum, gomawo apel dan nasihatnya ^^
# This Fact #
Sekarang apa yang harus aku lakukan ? diam menanti kebenaran itu datang, atau harus meronta menganggap ini semua hanya mimpi. Atau menuntut dokter yang sudah menganalisis penyakitku ?. tapi memang ini sudah takdir mau dikatakan apalagi ?
Tadi sore, aku sengaja jalan – jalan dilorong rumah sakit, mencari udara segar dan jika beruntung bertemu dengan dokter yang menanganiku aku akan bertanya padanya mengenai kesehatanku, tapi memang benar saja kan tidak jauh dari kamar rawatku aku melihat dokter itu sedang berbicara dengan Appa. Kalau dilihat sepertinya pembicaraan mereka sangat serius. Kucoba untuk lebih mendekat, berusaha mngetahui apa yang mereka bicarakan.
“dokter yakin ?” aku mulai bisa mendengar suara Appa
“mianhamnida tuan Park, kalaupun dilakukan operasi kemungkinan berhasilnya hanya 5%, kami tidak berani mengambil resiko yang 95 % itu.” Dokter itu terlihat begitu lesu, Appa juga semakin lemas. Operasi apa ? siapa yang mau dioperasi ?
“cara lain ? apa tidak ada cara lain ?”
“pengobatan alternatif, tapi itu tergantung putri anda apa masih kuat menahan sakitnya, masalahnya kanker di otaknya sudah masuk stadium lanjut.”
Degg !!! kanker otak ?? ahaha dokter itu bercanda kan ? ya ! ayolah aku sedang salah dengar tadi ini….
“iya, keadaannya sangat lemah, walaupun masih terlihat ceria tapi aku yakin dia merasakan sakit yang begitu hebat.” Appa terduduk lemas di kursi yang ada dilorong ini. Appa !
“kita hanya butuh keajaiban tuan !”
Kalimat terakhir dokter itu sebelum aku berlari kembali ke kamar rawatku. Harus apa aku sekarang ? menangis ? berteriak ? membanting semua yang ada disini ? tidak ! kepalaku kembali sakit lagi !!
“Eommaaaa~~ !!!” aku berteriak sekuatku dan sakit dikepalaku semakin terasa seakan ingin menghancurkan tulang tengkorakku. Aarrggghhhh !!!!!
Kudengar pintu terbuka hingga semua kembali terasa gelap…..
Aku terbangun dari pingsanku, melihat keadaan sekitar. Ada Kai yang masih terjaga dengan PSP nya, Eomma sudah terlelap di sofa dengan Appa disamping Eomma. Setidaknya aku belum benar – benar pergi meninggalkan keluarga ini.
# One Day with Vocalist Stranger #
Basah. Kaos yang dikenakan Jonghyun oppa sudah basah akibat air mataku. Sudah berapa lama aku menangis dalam pelukannya. Berusaha menghentikan tangisku, tapi tidak bisa ! air mataku selalu keluar jika mengingat kenyataan itu lagi, jika membayangkan apa yang akan terjadi padaku kedepannya. Jonghyun oppa dengan sabarnya menenangkanku, berusaha menghiburku. Kira – kira lima lagu lebih yang ia nyanyikan untuk menemani tangisanku.
“aku yakin pasti bisa sembuh” ia mengusap rambutku
“mana mungkin ! dokter bilang sudah stadium lanjut oppa.. hikss…”
“belum stadium akhir kan ? masih bisa terus beroa dan kau juga harus ada kemauan untuk sembuh. Pasti keajaiban akan datang Eun Yoo.” Kembali ia mengusap puncak kepalaku.
“hiksss…. oppa bisa berbicara seperti itu. Oppa tidak merasakan sakitnya hhikkss.. hikss..”
“siapa bilang ? kau sudah kuanggap seperti dongsaengku sendiri, apa yang kau rasakan bisa kurasakan juga adik manis”
“oppa….” aku bangkit dari dekapannya
“wae ? “
“jangan ceritakan ini pada Kibuum ya” pintaku
“kenapa harus dirahasiakan dari Kibum ?”
“hmm,,,, gwenchana, tapi…. hanya tidak ingin membuat hidupnya semakin ribet saja ahahaa”
Jonghyun oppa ikut tertawa dengan pernyataanku. Tidak ingin membuatnya khawatir lebih tepatnya. Terima kasih, aku masih punya Jonghyun oppa, orang yang sudah aku anggap seperti oppaku sendiri, dan selalu bisa menemaniku dan meminjamkan lengannya untuk tempatku menangis. Aku rasa malaikatnya itu kau, oppa.
# Marry U (again) #
Sakit !! sakit !! aaahhh sakitnya datang lagi. Aku tidak kuat eomma !! arrhh… jangan lagi ketika aku sedang melewati momen indah. Ada Kibum disini jangan sampai membuatnya tau. Ayolah hilang dulu sakit ini aku mohon !.
Aku meremas selimutku dengan sekuat tenaga, berusaha tidak berteriak kesakita. Tetap measang wajah ceria didepan Kibum. Masih bisa ! aku masih bisa menahannya kok.
“kau masih ingat perkataanku saat dikantin ?” Kibum mengambil bangku dan duduk disamping ranjangku
“… a… apa ?” sekuat tenaga berusaha berbicara dengannya tanpa rintihan kesakitan.
“ckk… kau selalu melupakan perkataanku.baiklah, yang waktu itu aku mengatakan aku juga bisa menyanyikan lagu Marry U untukmu dengan suaraku yang yaahh,,, tapi kurasa tidak kalah bagus darinya kok.”
“oohh….” masih terus berusaha menahan rasa sakit yang semakin mengganggu penglihatanku.
“hanya oohh… oke, aku akan bernyanyi untukmu yaaa”
Love oh baby my girl
Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon
Naui shinbu shini jushin suhnmul
Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo
Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido
Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo
Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh
Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh
Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh
Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?
Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)
Nuhreul jikyuhjulge (My love)
Dia mulai bernyanyi. Please ! jangan pingsan lagi, jangan bertambah lagi sakitnya aku ingin mendengarkannya sampai selesai dulu. Ya tuhan ! mataku sudah mulai tidak bisa melihat keadaan sekeliling. Kepalaku terasa ingin pecah aku tidak kuat ! ingin rasanya berteriak, tapi tidak. Jangan saat ini, tunggu sampai Kibum menyelesaikan lagunya.
Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup
Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre
I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh
Saranghaneun naui gongju Stay with me
Wooriga naireul muhguhdo wooseumyuh saragago shipuh
Would you marry me? Naui modeun nareul hamgge haejullae?
Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)
Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan
Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh
Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge
Would you marry me?
Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) nuhreul jikyuhjulge (I do)
Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)
Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo
Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo
Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang
Naui geudae jikyuhjulgeyo
Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo
Woori suhro saranghagiro geuppuniya
Masih, aku masih bisa mendengar suaranya. Iya setidaknya sayup – sayup masih bisa kudengar dengan baik. Suaranya bagus. Aku suka penghayatannya. Kibum terima kasih atas lagunya. Tapi aku…
Nawa gyuhrhonhaejullae? I do
000000000000
Eomma, Appa, Kai… aku mohon jangan menangis. Aku baik – baik saja, aku mohon Eomma, jangan membuatku jadi serba salah. Lihatlah ! hujan semakin deras disini jika kalian terus menangis. Hei Kai ! katakana pada Appa dan Eomma untuk jangan menangis. Katakana pada mereka aku baik – baik saja, aku masih sehat Kai !. sstt.. tenanglah, aduuhh kalau kalian teus menangis hujannya tidak bisa berhenti. Sudah ya, jangan menangis, aku baik – baik saja.
00000000000
Author POV
Namja bermata tajam itu masih saja tidak beranjak dari tempatnya. Menggenggam buku berwarna biru muda, sesekali ia baca tulisan – tulisan didalamnya. Entah sudah keberapa kalinya ia membaca tulisan itu.
Appa dan Eomma
Terima kasih sudah merawatku, mendidikku menjadi seorang yeoja yang setidaknya sampai saat terakhir aku sempat membuat kalian bangga dengan prestasi menyanyiku. Jangan bertengkar lagi ya, aku tau kalian bertengkar karena masalah penyekitku, tapi semoga dengan keadaan sekarang kalian bisa kembali romantic seperti dulu. Aku sayaaanngg kalian ^^
Kai
Nae saranghaneun namdongsaeng. Jangan menjadi troublemaker lagi aratso ! kasian Appa harus dating kesekolahmu terus hanya untuk memenuhi panggilan dari gurumu karena kenakalanmu. Jaga Appa dan Eomma ya, rajin belajar dan terus berlatih kemampuan dancemu. Noona sayang kau Kai ^^
Jonghyun Oppa
Oppa~ !! mungkin kau tidak akan lagi mendengar suaraku, tidak akan lagi ada yang membasahi kaosmu dengan air mata. Ahahaa gomawo oppa selalu mau menemaniku, padahal aku memanggilmu jika sedang sedih saja T_T. mianhae belum bisa mencarika yeoja untukmu hihi, tapi aku yakin kau bisa mendapatkannya sendiri nanti. Gomawo atas semua lagu yang kau nyanyikan disetiap aku menangis. Suaramu menenangkanku oppa, akan aku ingat walau aku sudah berada di tempat lain. gomawo sudah membantuku menulis di halaman terakhir buku ini. Sekali lagi gomawo Jonghyun oppa. Semoga sukses dengan STRANGER dan… aku sayang oppa ^^
Jinki Oppa
Selama tiga bulan aku dirumah sakit, kau kemana oppa ?. ah iya gomawo sudah menjadi orang yang aku kagumi. Gomawo telah membuatku menyukai lagu Marry U. aku piker aku mencintai oppa, tapi aku rasa tidak. Itu hanya perasaan kagum saja, ada seseorang yang aku cintai oppa. Oh iya aku harap kau bisa menjadi seorang penyanyi terkenal seperti yang kau harapkan ya oppa. Sekali lagi, gomawo untuk semuanya dan aku rasa tentang tawaranmu untuk duet itu…. Bisa kita selesaikan jika kau bertemu lagi denganku nanti.
Kibum
Setan !! pabbo raccoon !! ah gomawo karena sampai hari terakhir kau tidak membuatku kesal. Hmm… coba lihat handphoneku namamu sudah kuganti dengan nama lain di kontaknya. Mungkin, jika tanpa kau hidupku tidak akan penuh rintangan, tanpa setan gila yang selalu mengajakku bolos di jam terakhir, mengajakku jalan, memaksa pulang bersama dan membuatku merasakan perasaan benci yang semakin lama menjadi rasa saying. Suaramu bagus Kibum, aku suka dengan Marry U terakhir yang kau berikan untukku. Dan…. Ingin sekali bisa mengatakan ‘yes, I do’ padamu tentang itu. Mianhae tidak pernah mengerti perasaanmu, kau pernah bilang kau tersiksa karena aku. Mianhae, sekarang aku tau apa maksud perkataanmu itu. Sekarang tidak perlu tersiksa lagi ya, masih banyak yeoja yang lebih baik dariku. Saranghae Kim Kibum !!
Lagi. Ia meneteskan air matanya lagi. Selesai ia membaca halaman terakhir buku itu, seorang namja dating menghampirinya.
“aku bodoh hyung ! sangat bodoh ! aku belum sempat mengatakan tentang keadaan Jinki hyung pada Eun Yoo saat itu.” Ucap namja bermata tajam itu.
“aku juga kaget sewaktu kau ceritakan tentangnya sehari sebelum pemakaman Eun Yoo”
“Eun Yoo pasti marah padaku”
“ahahah tenanglah, mungkin disana mereka bertemu dan pasti Eun Yoo tau kenapa kau tidak mengatakan tentang kecelakaan yang dialami Jinki padanya.” Jonghyun menepuk pundak Kibum, mengajaknya pergi dari depan gundukan tanah dua orang yang sangat ia kenal.
“Jinki, jaga Eun Yoo kami baik – baik yaa” desis Jonghyun ditengah jalan menuju mobilnya.
00000000000
masih bingung ? okelah kalo masih bingung bisa ditanyain di komen kok. gomawo udah mau baca. and sorry for typo.
Langganan:
Postingan (Atom)
